Setan Iseng


Aku Adinda Firayanti (Jayapura) yang posting Diganggu Kuntilanak. Ini postingan kedua yang aku alami langsung tapi ngga begitu menyeramkan seperti cerita yang dulu.

Tahun 2008 aku sekeluarga menempati rumah yang baru. Rumah itu masih perumahan kantor juga tapi letaknya di luar kompleks kantor. Rumah yang lama dipakai buat mess pegawai baru. Nah, di rumah yang baru ini setannya iseng banget, sering ngusilin kita sekeluarga. Cuma alhamdulillaah ngga sehoror yang dulu, tapi isengnya ngga ketulungan.

Cerita pertama:

Waktu itu jam 20.00 WIT-an, anak2 pengen makan roti tawar sama selai sarikaya. Anakku yang tertua lagi asyik main lego. Melihat dia meletakkan rotinya sembarangan sambil asyik maen lego, aku menegurnya, "Kak, yang bener makannya, ntar rotimu diambil setan lho.."

Kata2ku ngga terlalu dihiraukan sama anakku, dia masih tetap asyik maen lego sambil gigit rotinya 1 gigitan trus diletakin di pahanya. Aku sama adiknya juga lihat dengan jelas kalau roti itu dia letakkan di atas pahanya sambil asyik nyusun2 legonya. Ngga sampai 30 detik an, dia mau makan lagi rotinya, tau2 itu roti ilang! Kita jadi pada ribut, kemanakah gerangan si roti yang baru 1 gigitan tadi? Akhirnya anak2 jadi pada heboh. Cuma aku ingetin anak2 agar lain kali jangan sembarangan meletakkan makanan.

Trus hampir 1 tahun kemudian, kita beres2 rumah. Di kamar belakang yang jarang dipakai, ada ranjang kayu yang kolongnya kita pakai buat meletakkan buku2 bekas yang ngga terpakai. Buku2nya disusun dalam kardus. Sejak pindahan kardus itu ngga pernah disentuh2. Jadi pas berbenah, aku pengen buku2 itu dikasiin aja ke tetangga, kebetulan itu buku2 pelajaran anak2 yang udah ngga dipakai.

Satu per satu bukunya aku bersihkan. Pas giliran buku yang paling bawah, judulnya Cerita Rakyat Burma, jreeennnggg tuh roti nyelit di antara halaman2nya plus nambah 2 gigitan. Rotinya udah kering sekering2nya, cuma kok aneh ngga jamuran :) jadinya sekalian ama buku2nya aku buang :)


Cerita kedua:

Ini yang paling bikin aku gemes. Saat itu aku mau bayar tagihan barang, uangnya sudah aku siapkan dan aku staples karena sebelumnya sama anakku yang bungsu uangnya dicoret2 pakai spidol warna. Sesuai janji, petugasnya datang jam 9 pagi. 10 menit sebelum petugasnya datang, aku yakin sekali kalau uangnya aku simpan di dalam laci lemari. Pas mau dibayarkan, olala uangku ngga ada, padahal yang di rumah cuma aku ama anakku yang bungsu yang belum bisa jalan (10 bulan-an). Terpaksa aku nelpon suamiku yang lagi dinas di luar kota. Aku jengkel banget karena diomelin ama suamiku. Abis itu aku ubek2 seisi rumah buat nyari itu uang, tapi ngga ketemu. Apes banget deh, udah duit ilang, diomelin suami lagi :`(

Kira2 4 bulan (Nov 2010) kemudian, suamiku dinas keluar kota. Sebelum berangkat suamiku ninggalin uang buat beli perlengkapan anak2 yang belum sempat dia beli karena keburu tugas. Aku hitung baik2 uangnya dan aku simpan dengan hati2 dalam dompet, takut kejadian itu terulang lagi. Setelah itu aku dan anak2 pergi belanja.

Sampai di rumah sepulang belanja, aku itung lagi kembaliannya dan... GLEKKK.. Alhamdulillaah, duit yang hilang dulu ada dalam dompetku. Utuh. Distaples dan bercoret spidol warna anakku..


Cerita ketiga:

Nah, sekarang giliran suamiku yang diusilin. Selama ini dia suka ngga percaya kalau aku mengeluh tentang penunggu rumah yang iseng. Tapi akhirnya dia ngalamin juga. Kebetulan lampu kamar belakang putus, jadi mau dibenerin sama suamiku. Kamar belakang ini jarang dipakai buat tidur, dijadiin gudang buat barang2 yang ngga terpakai.

Suamiku ngambil tangga di samping rumah buat benerin lampunya, setelah itu tangganya ditaruh di kamar belakang. Baru aja mau naik tangga, hpnya bunyi, ada telpon dari temannya. Suamiku pindah ke ruang tamu nelponnya. Gak sampai 5 menitan, balik lagi ke kamar belakang... Jrenngg, tangganya hilang! Aku sama anak2 senyum2 waktu dia tanya kemana tangganya. Aku cuma bilang, "Akhirnya Ayah dikerjain juga yaa... Di rumah ini yang kuat angkat tangga itu cuma Ayah, ngapain juga Bunda sembunyikan tangga. Lagian kita ngga ada yang masuk kamar belakang" jelasku.

No comments:

Post a Comment

Kebijakan berkomentar akan dihapus, jika tidak sesuai dengan aturan dibawah ini, Demi kenyamanan kita bersama :

» Menggunakan bahasa yang tidak sopan (Sara, Pornografi, Menyinggung)
» Duplikat komentar
» Komentar menautkan link secara langsung
» Komentar tidak berkaitan dengan artikel
» Judul Komentar Berupa Promosi

Bila Anda punya nama atau blog gunakan komentar sebagai "Name/ URL".

Sebelumnya vito minta maaf yg sebesar"nya jika komentar anda belum sempat dibales. ^^

Followers

Lagi Naik Daun